PENGELOLAAN BANDWTIH
MENGGUNAKAN
“XXX” BANDWITH MANAGEMENT
PADA ISP WAN
Abdullamsah
STMIK JAKARTA STI&K
e-mail : zidotfrans@gmail.com
ABSTRAKSI
Sering
dijumpai bahwa proses akses komunikasi dan infromasi data pada tiap pengguna
yang terhubung ke BTS terasa lambat, hal
ini disebabkan karena kapasitas Bandwidth ( Jalur Data ) yang sudah ada tidak
mencukupi (over load). Padahal apabila digunakan sesuai dengan kebutuhan
bandwith yang ada masih mencukupi, oleh karena ini perlu dilakukan suatu
tindakan untuk menghindari penggunaan bandwidth yang berlebihan pada
masing-masing pengguna sehingga Bandwidth yang besar digunakan lebih optimal,
efesien dan mencapai QOS(
Quality Of Service )
Kata
Kunci : Manajement Badwith, WAN, Network Operating System (NOS)
PENDAHULUAN
Seperti telah
diketahui bahwa dalam melakukan perkerjaan sehari-hari di kantor, memerlukan
beberapa alat untuk menunjang aktifitas pekerjaan dikantor, salah satu diantaranya adalah
komputer, apalagi untuk suatu perusahaan berskala besar yang jumlah komputernya
bisa mencapai ratusan bahkan bisa ribuan.
Komputer yang ada di
dalam perusahaan tersebut tidaklah berdiri sendiri atau dengan kata lain
terdapat beberapa Host (Server) yang dijadikan sebagai penyimpan data
ataupun aplikasi yang digunakan oleh user. Kumpulan beberapa komputer yang
terhubung antara satu dengan yang lainnya tercakup dalam suatu jaringan lokal
yang sering disebut Lokal Area Network
(LAN).
Pada kantor pemakaian komputer tetaplah diperlukan,
dengan jumlah yang tidak sedikit. Pada kantor mereka membentuk suatu jaringan
komputer lokal sendiri, dimana masing-masing komputer terhubung antara satu
dengan yang lainnya dengan menggunakan suatu perangkat yang disebut dengan Switch.
Namun pemakaian
komputer yang terbatas pada ruang sangat terbatas untuk mendapatkan informasi
yang lebih luas, untuk itulah perlu sekali dihubungkan ke internet (
International Networking ) dimana informasi dapat dengan mudah diakses.
Jaringan komputer
adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan dengan yang lainnya dan
terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui sistem kabel
sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar informasi,
dokumen dan data. mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan
hardware atau software yang terhubung dengan jaringan, tiap komputer, printer
dan perangkat lain yang terhubung dalam jaringan disebut Node. Sebuah
jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.
LANDASAN TEORI
Sebuah jaringan biasanya terdiri dari dua atau lebih komputer yang
saling berhubungan diantara satu dengan yang lainnya, dan saling berbagi sumber
daya misalnya CDROM, Printer, Pertukaran File, atau memungkinkan untuk saling
berkomunikasi secara elektronik. Komputer yang terhubung tersebut dimungkinkan
berhubungan dengan media kabel, saluran telepon, gelombang radio, satelit atau
infrared. (Dian Ardiansyah, 2004).
Lokal Area Network (LAN)
ga
Jaringan LAN adalah
jaringan yang menghubungkan beberapa komputer dalam suatu lokal area (biasanya
dalam satu gedung atau antar gedung). LAN digunakan didalam rumah, perkantoran,
perindustrian, universitas atau akademik, rumah sakit dan daerah yang sejenis.
LAN mempunya ukuran yang terbatas, yang berarti bahwa waktu transmisi pada
keadaan terburuknya terbatas dan dapat diketahui sebelumnya.
Dengan mengetahui keterbatasannya, menyebabkan adanya kemungkinan untuk
menggunakan jenis desain tertentu. Hal ini juga memerlukan manajemen jaringan.
Bentuk jarinn LAN dapat dilihat seperti tampak pada gambar 2.1 dibawah ini :

Gambar 2.1 : Bentuk Jaringan LAN
LAN
seringkali menggunakan tehnologi transmisi kabel tunggal. LAN tradisional
beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps (Mega Bits per detik) dengan
delay rendah (puluhan micro second) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil,
LAN-LAN modem dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan
megabit per detik.
Sistem LAN yang
sering digunakan adalah system Ethernet yang dikembangkan oleh perusahaan
Xerox. Penggunaan titik koneksi Intermediate (seperti Repeater, Bridge, dan
Switch) memungkinkan LAN terkoneksi membentuk jaringan yang lebih luas. LAN
juga dapat terkoneksi ke WAN (Wide Area Network), atau MAN (Metropolitan
Area Network) lain dengan menggunakan Router.
Secara garis besar, LAN adalah sebuah jaringan komunikasi antar
komputer yang :
§
Bersifat Lokal.
§
Di kontrol oleh suatu kekuasaan Administrative.
§
Pengguna dalam sebuah LAN dianggap dapat
dipercaya.
§ Biasanya
mempunyai kecepatan yang tinggi dan data dalam semua komputer selalu di sharing.
Dan keuntungan
menggunakan LAN adalah :
§
Akses data antar komputer berlangsung secara
cepat dan mudah.
§
Dapat menghubungkan banyak komputer.
§
Dapat terkoneksi ke Internet.
§
Backup data berlangsung lebih mudah dan cepat.
Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN yang
berukuran yang lebih besar dan biasanya memakai tehnologi yang sama dengan LAN.
MAN merupakan pilihan untuk membangun jaringan komputer antar kantor dalam
suatu kota. MAN dapat mencakup perusahaan yang memiliki kantor-kantor yang
letaknya sangat berdekatan dan MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan bias
disambungkan dengan jaringan televise kabel. Jaringan ini memiliki jarak dengan
radius 10-50 km. didalam jaringan MAN hanya memiliki satu atau dua buah kabel
yang fungsinya untuk mengatur paket data melalui kabel output. Bentuk Jaringan
MAN seperti tampak pada gambar 2.2 dibawah ini :

Gambar 2.2 : Bentuk Jaringan MAN
Namun ada alasan utama untuk memisahkan MAN sebagai sebagai kategori
khusus adalah telah ditentukannya standar untuk MAN. Dan standar ini sekarang
sedang diimplementasikan. Standar tersebut disebut DQDB (Distributed Queue
Dual Bus) atau 802.6 menurut standar IEEE.DQDB terdiri dari dua buah
kabel Unidirectional dimana semua komputer dihubungkan.
Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network
(WAN) adalah sebuah jaringan yang memiliki jarak yang sangat luas, karena
radiusnya mencakup sebuah Negara dan Benua. Pada sebagian besar WAN, komponen
yang dipakai dalam berkomunikasi biasanya terdiri dari dua komponen, yaitu
kabel transmisi dan elemen switching. Kabel transmisi berfungsi untuk
memindahkan bits-bits dari satu komputer ke komputer lainnya, sedangkan elemen
switching adalah sebuah komputer khusus yang digunakan untuk menghubungkan dua
buah kabel transmisi atau lebih.
Saat data yang
dikirimkan sampai ke komputer penerima, elemen switching harus memilih komputer
pengirim untuk meneruskan paket-paket data tersebut. Bentuk jaringan WAN dapat
dilihat seperti tampak pada gambar 2.3 dibawah ini :

Gambar 2.3 : Bentuk Jaringan WAN
Pada sebagian besar
WAN, jaringan terdiri dari sejumlah banyak kabel atau saluran telepon yang
menghubungkan sepasang Router. Bila dua router yang tidak menggunakan kabel
yang sama akan melakukan komunikasi, maka keduanya harus berkomunikasi secara
tidak langsung melalui router. Paket data yang dikirimkan dari router yang satu
ke router yang lainnya akan melalui router perantara. Setelah diterima dalam
kondisi yang lengkap maka paket ini disimpan sampai saluran untuk output dalam
kondisi yang bebas baru paket data akan diteruskan.
Kecepatan
transmisinya beragam dari 2 Mbps, 34 Mbps, 45 Mbps, 155 Mbps, sampai 625 Mbps
(atau kadang-kadang lebih). Faktor khusus yang mempengaruhi desain dan
performance-nya terletak pada siklus komunikas, seperti jaringan Telepon,
Satelit atau komunikasi pembawa lain yang disewa. Ciri lain dari jaringan WAN
adalah penekanan pada fasilitas transmisi sehingga komunikasi dapat berjalan
effesien. Sangatlah penting untuk mengontrol jumlah lalulintas data dan
memcegah delay yang berlebihan karena topologi WAN lebih komplek.
Banyak jaringan WAN
yang telah dibangun seperti jaringan Publik, jaringan Korporasi yang besar,
jaringan Militer, jaringan Perbankan, jaringan Perdagangan online dan jaringan
Pemesanan jasa Angkutan. (http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/MTI-SOKS/2005/PSOSK-09-JaringanKomputer.pdf)
Berikut dincantumkan
sumber Website dari alamat tersebut seperti tampak gambar 2.4 dibawah ini :

Gambar 2.4 : Situs Sumber Penulisan
Pada umumnya yang
dihubungkan tersebut terdiri dari komputer mikro, terminal, printer dan media
penyimpanan data serta perangkat jaringan lainnya. Dengan memiliki jaringan
computer memungkinkan anda untuk menggabungkan berbagai tingkatan keahlian yang
terdapat disegenap staff serta berbagai jenis kapasitas peralatan yang ada
tanpa memperhatikan soal-soal lokasi fisik diantara staff maupun peralatannya.
Jaringan memungkinkan pemanfaatan secara bersama diantara para pengguna
jaringan terhadap file-file data dan aplikasi saling berkirim pesan, serta
memungkinkan diterapkannya sistem pengamanan terhadap instalasi secara
keseluruhan. (Scomptec Inc, 2005)
HASIL DAN PEMBAHASAN MANAGEMENT MONITORING
BANDWITH
Definisi dari Bandwidth
adalah banyaknya ukuran suatu data atau informasi yang dapat mengalir dari suatu
tempat ke tempat lain dalam sebuah network di waktu tertentu. Bandwidth dapat
dipakai untuk mengukur baik aliran data analog maupun data digital. Sekarang
sudah menjadi umum jika kata bandwith lebih banyak dipakai untuk mengukur
aliran data digital.
Satuan yang dipakai
untuk bandwidth adalah Bits Per Second atau sering disingkat Bps.
Seperti diketahui bahwa bit atau binary digit adalah basis angka yang terdiri
dari 0 dan 1. satuan ini menggambarkan berapa banyak bit (angka 0 dan 1) yang
dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lainnya dalam setiap detiknya
melalui suatu media.
Bandwidth adalah konsep pengukuran yang penting dalam jaringan,
tetapi konsep ini memiliki kekurangan atau keterbatasan, tidak perduli
bagaimana cara anda mengirimkan informasi maupun media apa yang dipakai dalam
penghantaran informasi. Hal ini karena adanya hukum fisika maupun batasan
tehnologi. Sedangkan yang dapat menyebabkan batasan terhadap panjang media yang
dipakai, kecepatan maksimal yang dapat dipakai. Berikut ini adalah gambar 2.5
trafik bandwidth yaitu :

Gambar 2.5
: Traffik Bandwith
Sedangkan batasan terhadap perlakuan atau cara pengiriman data misalnya
adalah dengan pengiriman secara parallel (synchronous), atau pengiriman
secara serial (asynchronous), perlakuan terhadap media yang spesifik
seperti media yang tidak boleh ditekuk (serat optik), pengirim dan penerima
harus berhadapan langsung (line off sight), kompresi data yang dikirim.
Bandwith dibagi
menjadi dua jenis yaitu :
a.
Up Stream adalah bandwith yang dugunakan
untuk mengirim data ( misal mengirim file melalui Ftp ke salah satu alamat
jaringan), sedangkan
b.
Down Stream adalah Bandwith yang
digunakan untuk menerima data ( misal menerima file atau data dari satu alamat
jaringan). Besarnya tiap komponen Bandwith tersebut dapat tidak sama atau sama
satu sama lain.
Terdapat dua macam
bandwidth yang bisa dipilih,
a.
Mix bandwidth (koneksi international ) atau
b. IIX
(koneksi ke situs lokal Indonesia).
Pada dasarnya pricing policy
ditiap daerah tidak dapat disamaratakan, mengingat biaya bandwidth antar kota
tidak sama. Tergantung kemana ISP yang bersangkutan melakukan koneksi, dengan
cara apa dan bagaimana. Untuk sekedar gambaran harga bandwidth, bisa dilihat di
website ISP yang ada di masing-masing kota. Sebagai contoh dapat disampaikan
suatu berikut ini
Bagaimana memperkirakan kebutuhan bandwidth untuk warnet ?
Mudah saja, kebutuhan bandwidth
minimum setiap PC di WARNET kurang lebih adalah 4-8kbps. Untuk kebutuhan Multiplayer
Game, bandwidth minimum setiap PC adalah 8 kbps. Sehingga, sebuah WARNET
dengan 10 buah PC akan membutuhkan bandwidth sekitar 40 Kbps sampai 80 Kbps
sedangkan multiplayer game online akan memerlukan bandwith minimum 80 Kbps.
Bila bandwithnya kurang dari angka-angka ini, akses di warnet akan lambat,
bahkan untuk game online akan sering terputus atau reset.
Terdapat beberapa istilah yang sering digunakan oleh ISP dalam
mendeskripsikan besaran bandwidth, yaitu istilah CIR (Commited Information
Rate), clear channel dan sharing/burstable. CIR adalah istilah yang
menyatakan minimum besarnya bandwidth yang dijamin bisa diterima. Jika membeli
bandwidth 64 Kbps dengan CIR juga 64 Kbps maka bandwidth itu dikatakan 64 Kbps
clear channel. Sebaliknya kalau membeli bandwidth 64 Kbps dengan CIR 32 Kbps
maka bandwidth itu dikatakan burstable atau share (dibagi) Bandwidth
sebesar 64 Kbps share 2 artinya bandwidth tersebut dibagi dengan 2 pelanggan
lainnya (mis: warnet A dan warnet B). Jika warnet A tidak sedang menggunakan,
maka warnet B dapat menikmati bandwidth sebesar 64 kbps, namun jika keduanya
sedang aktif, maka masing-masing hanya dapat menikmati bandwidth sebesar 32kbps
(CIR = 32 Kbps). Hal yang sama berlaku untuk bandwidth dengan keterangan share
4 (CIR = 16 Kbps).
Pengetesan Bandwith
Dengan demikian maka
untuk lebih detail mengenai besaran bandwidth ini kepada ISP yang dipilih. Ada
beberapa ISP kurang terbuka mengenai hal ini karena masalah persaingan harga.
Pada dasarnya harga bandwidth tidak bisa terlalu jauh perbedaannya, jadi
lakukan pengetesan terhadap besarnya bandwidth yang dipilih. Salah satu cara
pengetesan bandwidth bisa melalui web www.sijiwae.net/speedtest
berkali-kali pada waktu yang berbeda beda untuk mengukur konsistensi besarnya
bandwidth yang diperoleh.
ANALISA SISTEM MANAGEMENT
BANDWIDTH
Pada awalnya kondisi
bandwidth jaringan masih dalam keadaan
normal, namun seiring berjalannya waktu, maka jumlah client semakin banyak dan
ini berakibat pada meningkatnya pemakaian bandwidth yang ada pada jaringan komputer,
dari analisa sistem monitoring tersebut diatas maka ada beberapa macam
permasalahan penting yang erat kaitannya dengan pemakaian bandwith dalam
jaringan, adalah :
§
Saling berebut antara beberapa aplikasi dalam
menggunakan
bandwidth yang berakibat penggunaan
beberapa aplikasi penting menjadi
lambat.
§
Jaringan tidak dapat dimonitor.
§
Tidak dapat memprioritaskan aplikasi yang lebih
penting.
§ Tidak
ada bandwidth guarantee untuk
masing-masing aplikasi yang ada.
Efek dari permasalahan diatas adalah bertambahnya biaya yang harus
dikeluarkan karena apabila bandwidth yang ada sudah penuh, maka kapasitas
bandwidth tersebut harus diperbesar dan ini juga memerlukan biaya setiap bulan
yang tidak sedikit.
METODE PERMASALAHAN SISTEM
MANAGEMENT BANDWIDTH
Permasalahan yang
terjadi sebelum dipasangnya perangkat
adalah sebagai berikut :
1.
Proses aliran data tidak dapat dimonitor.
2.
Broadcast jaringan yang ditimbulkan oleh remote
user tidak dapat di
identifikasi.
3.
Beban bandwidth pada Network tidak dapat di
monitor, penggunaan
bandwidth oleh remote user menjadi tidak
terkontrol, sehingga
bandwidth menjadi penuh, seperti contoh,
penggunaan internet
untuk download dari Head
Office ke remote user, mengakibatkan
bandwidth menjadi penuh.
4.
Penyelesaian masalah pada jaringan menjadi lebih
lama.
5.
Penggunaan
aplikasi yang berkaitan dengan penggunaan bandwidth pada
jaringan tidak dapat dapat dikontrol,
sehingga apabila aplikasi dari
remote
user terputus, memerlukan waktu yang lama
untuk mencari penyebabnya,
karena penyebab terputus aplikasi dari
remote user, ada 2 kemungkinan yaitu :
a.
Penuhnya jaringan (berdampak pada request time
out untuk sesaat).
b.
Dari aplikasi itu sendiri (aplikasi pada server
di Head Office
bermasalah).
6.
Tidak dapat melakukan temporary action untuk
remote user yang
bermasalah, dimana tindakan ini dilakukan
seperti :
§
Blocking user, dilakukan apabila pc remote user
mengalami
broadcasting sehingga berakibat Bandwidth Network menjadi penuh.
Sistem
Management
Alternatif lain dari penyelesaian permasalahan diatas adalah dengan
menggunakan perangkat Bandwidth Management atau yang sebut dengan XXX Dengan menggunakan perangkat ini
maka tujuan yang dapat dicapai adalah :
1.
Penggunaan bandwith yang ada menjadi lebih optimal dan
dapat diatur.
2. Jaringan
Network dapat atur.Dapat dibuat suatu bandwith Guarantee untuk setiap aplikasi yang digunakan.
Dalam melakukan
management di jaringan dengan menggunakan XXX , perlu diketahui bahwa beberapa
hal yang di management adalah :
§
Packet Bandwidth
§
Use Slot
§
Mark Packet
§
IP Address
§
Active atau Inactive
Sebelum perangkat Bandwidth Management di pasang dalam jaringan, maka
dibuat beberapa tahapan-tahapan sehingga dapat dicapai hasil dan performansi
yang maksimal dan ada beberapa hal yang harus dipenuhi sebagai berikut :
§
Satu buah mesin komputer yang di install OS
Linux
§
2 buah Network Card ( 1 untuk internet dan 1 untuk switch local )
§
IP Address Public
§
Bandwidth International
§ Bandwidth
Local ( IIX )
MANAGEMENT BANDWITH XXX
Management Bandwith XXX, adalah suatu
alat yang dapat digunakan untuk management dan mengoptimalkan berbagai jenis
jaringan dengan menerapkan layanan Quality Of Service (QoS) untuk menetapkan
tipe-tipe lalulintas jaringan. QoS adalah kemampuan untuk menggambarkan suatu
tingkatan pencapaian didalam suatu sistem komunikasi data.
Peningkatan
pertumbuhan penggunaan internet ditambah dengan bertambahnya jumlah
aplikasi-aplikasi berbasis Web, telah mengakibatkan adanya permintaan
ketersediaan sistem komunikasi yang sulit diprediksi. Dalam rangka mencapai
suatu tingkat layanan yang dapat diterima dan mengatasi masalah Bandwith
Bottleneck, maka para manajer jaringan memerlukan kemampuan untuk mengendalikan
lalu lintas jaringan dan mengembangkan prioritas kebijakan yang sesuai dengan
Bandwith yang tersedia.
Manajemen bandwith
XXX memberikan kemampuan untuk mengatur Bandwidth jaringan dan memberikan level
layanan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas sesuai dengan permintaan
pelanggan.
Berikut
merupkan sebagian dari istilah dasar dan konsep penggunaan XXX :
§ Bandwidth
yang diprioritaskan :
Adalah penyampaian
tingkat layanan berdasarkan pada suatu tingkatan layanan berdasarkan pada suatu
tingkatan dari arti penting koneksi dan permintaan untuk lalulintas jaringan
sehubungan dengan koneksi yang lain. Selama periode lalulintas penuh, akan memperlambat prioritas lebih rendah dari
aplikasinnya dengan menurunkan prioritas aplikasinya sehingga meningktkan
bandwidth ke aplikasi prioritas yang lebih tinggi.
§ Bandwidth
Yang Dijamin :
Adalah yang
memungkinkan menetapkan batas minimum dan
jumlah maksimum Bandwidth ke saluran spesifik dan koneksi saluran
sebetulnya. Dengan meminjam Bandwidth yang kelebihan yang tersedia saat itu,
sehingga koneksi dapat melebihi dari batas minimum yang dijamin. Rasio garansi
juga menjamin prediksi kualitas layanan yang ada dengan membandingkan waktu
kritis aplikasi terhadap level penerimaan kostanta layanan selama waktu puncak
dan waktu non puncak lalulintas data.
§ Bandwidth
yang dipesan atas Permintaan :
Adalah yang memungkinkan pemesanan bandwidth yang minimum byte yang
pertama suatu koneksi sampai koneksi diakhiri. Ini akan bermanfaat ketika
bottleneck bukan yang diatur oleh . Dengan pembatasan koneksi lain yang bukan
jaminan, menyediakan cadangan bandwith
cukup untuk saluran yang diperlukan.
§ Penandaan
Bandwith :
Adalah yang memungkinkan tanda-tanda koneksi diijinkan diluar koneksi
yang maksimum mengijinkan suatu saluran sebetulnya dengan sesuatu yang berbeda.
§
Akses Kendali :
Adalah menentukan apakah
suatu koneksi diterima atau ditolak, sebagai contoh kamu dapat menetapkan
saluran yang berikut : Menerima 1000 ICMP koneksi ke koneksi dengan prioritas
yang lebih rendah.
§ Kendali
Pintu Masuk :
Adalah menentukan bandwith yang diterima ke suatu jalur berdasarkan
pada permintaan ( sebagai contoh mengalokasikan minimum untuk 10 kbps) dan
Status Sistem XXX ( jalur bandwith cukup tersedia).
PROTOKOL XXX
Protokol adalah aturan-aturan yang
digunakan atau disepakati antara
pengirim dan penerima dalam
hubungan komunikasi data dalam
sebuah jaringan Network. Protokol-protokol
yang ada dalam jaringan dapat dilihat serta dipantau
dengan menggunakan perangkat
XXX ( Monitoring Bandwidth Management).
Tampilan Utama
XXX adalah seperti berikut :
![]() |
Gambar.6 Management Bandwidth
XXX
Packet Bandwidth
Packet-packet dalam harus diatur agar penggunaan bandwidth
disesuaikan dengan payment client, packet
bisa di setup untuk alokasi sharing dan dedicated. Alokasi sharing
disini berarti jumlah bandwidth yang tersedia di bagi ke beberapa client dengan
aturan maximal sesuai dengan jumlah client dalam arti tidak di share ke semua
client yang ada, contoh bandwidth 512 1:16, artinya total bandwidth 512 Kbps
akan di bagi maximal ke 16 client, tidak boleh lebih dari 16, karena apabila
lebih dari 16 maka mesin bandwidth tidak akan berfungsi atau menyalahi aturan
management system . Untuk alokasi dedicated dalam artian bandwidth total akan
seluruhnya didapat oleh client dalam packet tersebut, contoh 512 1:1 artinya
jumlah bandwidth 512 Kbps akan di dapat hanya boleh 1 client saja.
Gambar 3.3 Packet
Use
Slot
Use
slot dalam hal ini artinya berapa banyak
slot yang di gunakan oleh client, use slot berpengaruh terhadap besar bandwidth
yang akan didapat apabila traffic jaringan sedang penuh juga untuk mengetahui
penggunaan slot dalam packet.
Berikut adalah
Penggunaan Slot :

Gambar 2.7 Slot yang digunakan dan slot yang tersedia
Mark Packet
Mark Packet dalam hal ini sangat berpengaruh pada penandaan packet pada
mesin komputer dan system operasi linux, karena mark atau penandaan ini berarti
No Packet sekian akan di alokasikan menggunakan jalur traffic sekian. Mark
packet ini akan otomatis dibuat apabila dicreate atau add client baru dalam .
Gambar berikut ini adalah tampilan mark packet
:
![]() |
Gambar 3.5 Mark Packet
Gambar 2.8 Use Slot
IP ADDRESS
IP Address dalam hal ini berpengaruh pada tujuan packet bandwidth ini
akan di sampaikan apabila salah dalam memasukan ip address dalam atau tidak sesuai dengan yang digunakan oleh
client maka bandwidth tidak akan didapat oleh client, juga ip address dalam hal
ini bisa juga ip network yang digunakan oleh client, yang dalam arti beberapa
ip address akan dapat menggunakan bandwidth yang dimanagement oleh .


Gambar 2.9
IP Address
Active atau Inactive
Active atau
Inactive dalam hal ini artinya adalah, apabila status active maka packet
bandwidth dapat digunakan setelah di create sedangkan status inactive berarti
bandwidth tidak akan digunakan walaupun ip address di masukan benar dan mark
packet tersedia. Status Active tidak akan tanda berwarna merah pada kolom
Status sedangkan status Inactive adalah berwarna merah keseluruhan pada kolom
status.
![]() |
Gambar 2.10
Status Inactive
![]() |
Gambar 2.11 Status Active
KONFIGURASI
XXX
Dalam
melakukan konfigurasi ada beberapa hal
yang harus di perhatikan yaitu :
- Harus berurutan sesuai langkah di bawah
- dapat di akses dengan browser seperti IE atau Mozilla Firefox.
- Total Bandwidth harus benar
§ Menu Utama
Menu Bar
Konfigurasi XXX adalah sebagai berikut :
![]() |
Gambar 3.11. Menu Bar
Gambar 3.9 Menu Utama Banjar
Gambar 2.12
: Konfigurasi Bandwith XXX
Keterangan :
1. Package =
Untuk management packet bandwidth
2. Edit
Config Bandwidth = Untuk management total bandwidth
3. Edit
Config Passwd = Untuk management authentication mengakses
4. Edit
Sysctl = Untuk management TCP/IP
5. Edit
Firewall = Untuk management Security Jaringan
6. Edit
Masquerade = Untuk Management IP Network yang dapat mengakses internet
7. Edit
IIX = Untuk memasukan list ip network
local
8. Client
= Untuk management Client
9. Apply
Rules = Untuk mengexecute setelah
melakukan management XXX , hal
itu harus di lakukan agar semua rule management dapat berjalan
Berikut
adalah urutan-urutan langkah apabila melakukan setup pertama
kali
Management Bandwith XXX :
§ Edit Config Bandwidth
Edit Config
Bandwidth merupakan hal pertama yang harus dilakukan sebelum dilakukan config
yang lain, karena hal inilah yang menentukan
dapat berjalan dengan baik, sebelum edit config bandwidth harus tahu benar jumlah bandwidth yang
dimiliki.


Gambar 2.13 Menu Edit Config Bandwidth
Keterangan :
·
bw_root =
Jumlah total bandwidth keseluruhan yang dimiliki
baik international maupun
IIX ( Local ).
·
bw [1][0] = Bandwidth international yang akan
digunakan
·
bw [1][1] = Bandwidth international spare
·
bw [1][2] = Bandwidth international trash
digunakan untuk
virus dan worms agar
tidak mengganggu
bandwidth yang lain.
·
bw [1][3] = Bandwidth IIX yang akan digunakan
·
bw [1][4] = Bandwidth IIX spare
·
bw [1][5] = Bandwidth IIX trash digunakan untuk
virus dan worms agar
tidak mengganggu
bandwidth yang lain
Bandwidth
dihitung dalam satuan kbps.
§
Package
Menu Package digunakan untuk mengatur slot-slot yang nantinya
akan di gunakan oleh client-client.

Gambar 2.14 Menu Package
Untuk add package baru click add package.

Gambar 2.15 Add Package
Keterangan :
·
Name =
Nama Package
·
Description = Menjelaskan dari Package
·
HTB Rate
= Minimum bandwidth yang akan didapat apabila
pemakaian penuh
dalam package ini.
·
HTB Ceil = Maximum bandwidth yang akan didapat
dalam
package ini.
§ Edit Sysctl
Sysctl
merupakan konfigurasi kernel yang akan dijalankan pada saat linux boot pertama
kali, sysctl ini harus disesuaikan dengan OS Linux Kernel yang digunakan untuk
menginstall XXX

Gambar 2.16
Edit Sysctl
§
Edit
Firewall
Menu firewall
ini untuk security keamanan system network, dalam menggunakan Iptables sebagai tool untuk
firewall. Pada menu edit firewall ini dapat dimasukan ip address, port Trojan,
port hacking dan lainnya yang akan di
blok atau yang akan di allow.

Gambar 2.17 Edit Firewall
§ Edit Masquerade
Masquerade
artinya membungkus, dalam jaringan Masquerade berarti membungkus packet TCP /
IP yang berada di belakang router
sehingga dapat terkoneksi ke internet walaupun hanya di berikan 1 IP Address
Public oleh NAP ( Network Access Provider ).

Gambar
2.18 Edit Masquerade
§
Edit
IIX
IIX merupakan
kepanjangan dari Indonesia Internet Exchange, IIX adalah local interkoneksi
bandwidth, yang berarti koneksi hanya untuk wilayah Indonesia, server-server
local seperti boleh.com, Telkom.net, ragnarok.co.id merupakan interkoneksi
local.
Menu Edit IIX
ini diperuntukkan untuk memasukan IP Network semua server local apabila diinginkan
memisahkan traffic international dan IIX.

Gambar 2.19
Edit IIX
§
Client
Menu client
digunakan untuk menambah client , mengedit client, dan untuk menginactive
atauupn mengactivekan client. Untuk menambah client seperti dibawah ini :

Gambar 2.20
Add Client
Keterangan
o
Client ID = No Identitas Client ( Optional )
o
No Invoice = No Tagihan Client ( Optional )
o
Name = Nama Client ( Required )
o
Email =
Email Client ( Optional )
o
Phone =
Telephone Client ( Optional )
o
Fax = No
Fax Client ( Optional )
o
Infrastructure = Media yang digunakan client (
Optional )
o
Package = Package Client ( Required )
o Slot = Jumlah Slot yang digunakan ( Required )
o IP
Address = IP Address yang digunakan Client ( Required )
Untuk Edit
Client dan Active Inactive Client, seperti dibawah ini :

Gambar 2.21 Klik Edit client
Klik huruf “E” pada kolom Action, lalu akan muncul
jendela seperti dibawah ini :

Gambar 2.22
Edit Client
o
Untuk menginactive atau mengactivekan pilih pada
menu status Active atau Inactive
o
Klik Save setelah melakukan perubahan
§ Apply Rules
Apply Rules harus dilakukan
setelah kita melakukan management pada , karena apply rules merupakan menu
execute pada .
Setelah Klik “Apply Rules”, lalu
pilih “Click here to execute rules “.

Gambar 2.23
Apply Rules
§
Edit
Config Passwd
Menu Edit
Config Passwd ini digunakan untuk authentication ketika administrator akan login kedalam ini.

Gambar 2.24 Edit Config Passwd
KESIMPULAN
Dengan menggunakan Bandwith
Management secara tepat pada jaringan
maka akan didapat suatu hasil
yang baik, seperti :
§
Pemakaian Bandwith yang lebih optimal.
§
Penggunaan aplikasi-aplikasi khususnya pengguna
online aplikasi mendapat bandwith prioritas pertama dengan bandwith yang
diguarantee.
§
Dengan dibuatnya pemisahan bandwith untuk setiap
aplikasi online, maka pengguna online aplikasi akan lebih lancar dan stabil.
DAFTAR PUSTAKA
1. Anonim,
Scomptec Inc, “ http://www.scomptec.co.id/scnet.htm
“, Jakarta 2005.
2. Anton
Rahardja, “ Management Bandwidth”, Website http://.sourceforge.net, Jakarta,
2005
3. Dian
Ardyansah, “Tehnologi Jaringan Komputer”, Kuliah Ilmu Komputer,
http://www.ilmukomputer.com, Jakarta,
2004.
4. E.
Setio Dewo, “Bandwith dan Throughput”, Artikel Populer Ilmu Komputer,
http://www.ilmukomputer.com, Jakarta, 2004.
5. P. Insap Santosa, “Komunikasi Data”,
Penerbit Andi Yogyakarta, 2002





Tidak ada komentar:
Posting Komentar